STUDI KASUS PEMBERIAN MPASI DINI DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019

  • Eka SITI NURLAELA STIKes Respati
  • chanty Yunie HR STIKes Respati

Abstract

Bayi harus diberikan ASI eksklusif baru dilanjutkan dengan MPASI. Pemberian MPASI setelah bayi berumur enam bulan akan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit. Hal ini disebabkan sistem imun bayi di bawah enam bulan belum sempurna. Hasil laporan ASI ekslusif UPTD Singaparna di desa Cikunir pada tahun 2017 cakupan ASI ekslusif sebanyak 35 dari 87 bayi (40.2%) dan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 46 dari 137 bayi (33.6%) sehingga pencapaian ASI eksklusif mengalami penurunan sebanyak 7%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kasus pemberian MPASI dini di desa Cikunir kecamatan Singaparna kabupaten Tasikmalaya tahun 2019.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Variabel yang diteliti adalah alasan pemberian MPASI, usia awal diberi MPASI, jenis MPASI yang diberikan,persepsi atau kepercayaan tentang budaya dan dampak yang terjadi. Dengan 2 subjek penelitian ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan. Instrument yang digunakan berupa format kuesioner.

Hasil penelitian pada subjek 1 dan subjek 2 yaitu alasan pemberian karena tergiur oleh promosi susu formula dari televisi, usia awal di beri MPASI adalah 5 bulan dan 3 hari, jenis MPASI yang diberikan adalah bubur susu, presepsi ibu tentang budaya baik dan tidak ada dampak yang terjadi pada bayi.

Simpulan dari penelitian ini bahwa promosi susu formula menjadi alasan utama pemberian MPASI, bayi telah diberikan MPASI dini, jenis MPASI bubur susu, faktor budaya tidak mempengaruhi pemberian MPASI dini dan tidak ada dampak yang terjadi pada bayi. Saran untuk peneliti lain perlu dilakukannya analisa lebih lanjut atau dengan menambah variabel dan subjek dalam penelitian.

 

Published
2020-08-29
Section
Articles