ANALISIS KEJADIAN PREEKLAMSI DI KLINIK PRATAMA RATNA KOMALA TAHUN 2016

  • Hainun Nisa STIKes Medistra Indonesia

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia. Sampai sekarang penyakit preeklamsia/eklamsia masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat terpecahkan secara tuntas. Preeklamsia merupakan penyakit yang angka kejadiannya di setiap negara berbeda-beda. Angka kejadian lebih banyak terjadi di negara berkembang dibanding pada negara maju. Hal ini disebabkan oleh karena di negara maju perawatan lebih baik. Kejadian preeklamsia dipengaruhi oleh paritas, ras,faktor genetik dan lingkungan. Kehamilan dengan preeklamsia lebih umum terjadi pada primigravida, sedangkan pada multigravida berhubungan dengan  penyakit hipertensi kronis, diabetes melitus dan penyakit ginjal (Baktiyani, 2005).

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan disain penelitian Cross sectional, yaitu penelitian yang mempelajari dinamika korelasi antara variabel dependen dan variabel independen dengan model pendekatan point time (Praktiknya,2007). seluruh ibu hamil yang tercatat pada registrasi di Klinik Pratama Ratna Komala Tahun 2016 yang berjumlah 3524 ibu hamil yang datang sendiri ke Klinik Pratama Ratna Komala maupun rujukan dari Kader dari berbagai posyandu di wilayah Rawa Lumbu dan Bojong Menteng Bekasi. besar ampel yang diambil adalah  359 orang, Instrumen  yang digunakan dalam penelitian ini adalah  lembar ceklis yang memuat data dari variabel yang akan diteliti yang diambil melalui status rekam medik untuk memperoleh data sekunder. Data yang dikumpulkan meliputi umur ibu, usia kehamilan, paritas, riwayat hipertens. Analisis ini dilakukan setelah diketahui karakteristik masing-masing variabel (pada analisis univariat). Tujuannya untuk menguji kemaknaan antara variabel independen dan variabel dependen. Analisis bivariat dilaksanakan untuk menguji hipotesa. Uji statistik yang digunakan adalah Chi square,

Hasil penelitian didapatkan bahwa sebesar 15% responden yang mengalami Preeklamsi hal ini angka kejadiannya tinggi sampai mencapai 3 kali lipat dari angka normal. Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun, memiliki paritas multipara, usia kehamilan < 24 minggu dan, tidak mempunyai riwayat hipertensi. Faktor  yang menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan kejadian Preeklamsia  adalah umur, paritas, usia kehamilan dan riwayat hipertensi.. Penelitian ini menemukan bahwa faktor  dominan yang berhubungan dengan kejadian Preeklamsia adalah riwayat hipertensi dengan OR = 8,472

Tenaga kesehatan agar memberikan informasi tentang preeklampsi dan faktor yang menjadi predisposisi terjadinya preeklampsi agar ibu hamil dapat menghindarinya sehingga angka kejadian preeklampsi dapat menurun.

Published
2020-08-29
Section
Articles