PENTINGNYA KESEHATAN MASYARAKAT, EDUKASI DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN UNTUK MENGURANGI STUNTING DI NEGARA BERKEMBANG

  • Hendi Setiadi, S.KM. Fakultas kesehatan masyarakat universitas Indonesia. Departemen biostatistik dan ilmu kependudukan
  • Fifi Dwijayanti, S.K.M, MKM

Abstract

ABSTRAK

Latar belakang: Negara berkembang tidak hanya rentan terhadap penyakit infeksius, tetapi terhadap tumbuh kembang anak. Stunting dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat utama di antara anak-anak secara global. Indonesia merupakan negara ke lima di antara negara lain dengan beban stunting anak pada usia dibawah lima tahun. Faktor penyebab terjadinya stunting tidak hanya karena malnutrisi pasca melahirkan tapi asupan nutrisi selama kehamilan dan sanitasi lingkungan yang bersih untuk mencegah infeksi.

Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko terjadinya stunting serta pentingnya kesehatan masyarakat, edukasi dan pemberdayaan wanita untuk menurunkan angka stunting di negara berkembang. 

Metode: Metode penelitian ini adalah literature review. Kami menggunakan risk factor, public health, education dan women’s empowerment sebagai kata kunci dalam database online seperti Science Direct, Proquest, PubMed, Google Cendekia dan situs web lainnya.

Hasil: Stunting merupakan masalah kesehatan global yang disebabkan oleh multifaktor mulai dari ibu, anak, lingkungan tempat tinggal hingga fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan masyarakat berperan dalam memberikan informasi dan edukasi terkait faktor resiko stunting, gizi selama kehamilan hingga pasca melahirkan. Edukasi yang baik akan meningkatkan pengetahuan ibu, sehingga dapat menerapkan asupan nutrisi baik kepada anak. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan adalah faktor utama pencegahan stunting, karena ibu adalah memegang peranan penting dalam keluarga.

Kesimpulan: Banyak faktor risiko yang mempengaruhi stunting. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor malnutrisi yang dialami ibu hamil dan anak balita, akan tetapi tenaga kesehatan masyarakat dalam memberikan informasi dan edukasi serta upaya pemberdayaan wanita, khususnya ibu sangat penting dalam menurunkan stunting.

 

Kata kunci: stunting, faktor risiko, kesehatan masyarakat, pemberdayaan perempuan

Published
2020-04-22